kuncibelajar.com – Perubahan kurikulum membawa dampak signifikan terhadap perencanaan pembelajaran, termasuk RPP. Perbandingan antara RPP Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka penting dipahami agar guru dapat beradaptasi dengan baik.
Artikel ini mengulas perbedaan mendasar RPP pada kedua kurikulum tersebut.
RPP dalam Kurikulum 2013
RPP Kurikulum 2013 disusun secara rinci dan mengikuti format tertentu. Komponen RPP cukup banyak, mulai dari KI, KD, indikator, hingga penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Pendekatan ini bertujuan menjaga standar nasional, namun sering menimbulkan beban administratif.
Penyederhanaan RPP
Dalam Kurikulum 2013 revisi, RPP disederhanakan menjadi satu halaman. Fokus utama hanya pada tujuan, kegiatan, dan asesmen pembelajaran.
Langkah ini memberi ruang bagi guru untuk lebih fokus pada kualitas pembelajaran.
RPP dalam Kurikulum Merdeka
Dalam Kurikulum Merdeka, RPP tidak lagi menjadi dokumen utama. Perannya digantikan oleh modul ajar yang lebih fleksibel dan kontekstual.
Modul ajar berorientasi pada capaian pembelajaran, diferensiasi, dan asesmen formatif, bukan pada format administrasi.
Perbedaan Mendasar
Perbedaan utama terletak pada pendekatan. Kurikulum 2013 menekankan keseragaman, sedangkan Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas dan kemandirian guru.
Guru memiliki kebebasan lebih besar dalam merancang pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.
Implikasi bagi Guru
Guru perlu mengubah pola pikir dari sekadar menyusun RPP menjadi merancang pengalaman belajar. Pemahaman RPP tetap penting sebagai dasar berpikir pedagogik.
Dengan memahami perbandingan ini, guru dapat beradaptasi lebih baik dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
RPP mengalami evolusi seiring perubahan kurikulum. Dari dokumen administratif menuju alat reflektif dan fleksibel. Pemahaman perbandingan ini membantu guru meningkatkan kualitas perencanaan dan pembelajaran.






